Research paper topics, free example research papers
You are welcome to search thousands of free research papers and essays. Search for your research paper topic now!
Research paper topic: Abex Chemicals, Inc - 1160 words
NOTE: The research paper or essay you see on this page is a free essay, available to anyone. You can use any paper as a sample on how to write research papers or as a source of information. We strongly discourage you to directly copy/paste any essay and turn it in for credit. If your school uses any plagiarism detecting software, you might be caught and accused of plagiarism. If you need a custom term paper, research paper or essay, written from scratch exclusively for you, please, use our paid research papers writing service!
.. t term yang diberikan semakin lunak untuk membuat produk menjadi lebih attraktif. ABEX Corporation mempunyai tingkat sales yang meningkat tajam pada year 8 akibat naiknya harga jual per unit petrochemical. Kenaikan harga ini membuat sales meningkat tajam (lebih dari 100%) yang kemudian berakhir pada tingkat receivable yang juga meningkat. Receivable yang tinggi ini kemungkinan besar diakibatkan oleh penjualan petrochemical dibandingkan dengan pipelines yang salesnya stabil.
Kemungkinan penyebab lain adalah buruknya usaha penagihan yang dilakukan oleh ABEX terhadap outstanding receivablesnya dan adanya penundaan dari customernya sendiri untuk melakukan pelunasan receivable ABEX. Kemungkinan yang lebih buruk adalah terjadinya finacial distress pada customernya yang potensial menimbulkan receivable tidak tertagih. Kemungkinan besar memburuknya tingkat kolektibilitas disebabkan oleh agresifnya ABEX menjual produknya karena tingginya tingkat produksi tahun ke 8 dan seterusnya. Bila dibandingkan dengan standar di industri-nya, maka collection period diatas 60 hari agaknya sudah dianggap terlampau. Apabila hal tersebut terus berlangsung maka perusahaan akan mengalami kesulitan cash flow dan terpaksa mencari hutang tambahan.
Hal ini akan meningkatkan credit risk dari debt yang telah ada. d/ Short-term Debt to Total Debt Ratio ini selalu menunjukkan kenaikan dari tahun 7 sampai 9 walaupun jumlah long-term debt sebenarnya juga naik. Hal ini memberi signal bahwa terjadi beban short term yang mengharuskan ABEX menyediakan likuiditas lebih untuk pemenuhan kewajiban short termnya. Besarnya ratio ini untuk ketiga tahun terakhir adalah sbb: Tahun Ratio 7 5.8% 8 7.5% 9 6.3% Kenaikan ratio ini terjadi terutama karena meningkatnya bank indebted-ness, serta account payable dan accrued liabilities, terutama pada tahun 8. Penundaan pembukuan biaya telah mengakibatkan penurunan biaya untuk tahun ybs, sehingga perusahaan terlihat seolah-oleh mencapai laba yang besar.
e/ Pre-tax Interest Coverage Ratio ini menunjukkan perbandingan antara besarnya income yang diperoleh perusahaan (sebelum pajak) terhadap kewajiban bunga pinjaman yang harus dibayar. Perkembangan ratio ini pada tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut: Tahun Ratio 7 1.80 8 2.54 9 1.81 Dari data tersebut terlihat bahwa laba sebelum pajak yang dihasilkan ABEX adalah rata-rata 1.8 kali bunga pinjaman yang harus dibayar. Lonjakan yang terjadi pada tahun 8 disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya bunga akibat hutang-hutang baru. Namun perlu diingat bahwa kenaikan laba tersebut tidak bersifat cash karena seperti telah disebutkan diatas pada tahun tersebut juga terjadi kenaikan account receivables yang tajam. Menurut standar para analis umumnya, ratio coverage ini berkisar antara 5 kali (untuk rating AAA) sampai 2 kali (untuk rating BBB).
Ratio coverage sebesar 1.8 kali yang dimiliki ABEX akan menempatkannya pada rating BB yang berada pada speculative grade. f/ Cashflow from Operation to Long-term Debt Ratio Ratio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan cash guna dapat memenuhi kewajiban dalam membayar kembali hutangnya. Perkembangan ratio ini di ABEX dalam tiga tahun terkahir adalah sebagai berikut: Tahun Ratio 7 20.4% 8 26.6% 9 22.1% Dari data diatas terlihat bahwa ratio yang dimiliki ABEX adalah kurang lebih 20%. Dengan melihat bahwa posisi long-term debt pada tahun 8 mengalami kenaikan tajam dari tahun sebelumnya, dan kemudian relatif stabil pada tahun 9, maka dapat disimpulkan terjadi kenaikan sedikit pada cash flow yang dihasilkan dari aktivitas operasi. Standar yang biasa digunakan para analis menyebutkan bahwa besarnya ratio ini biasanya berkisar antara 65% (untuk rating AAA) sampai dengan 30% (untuk rating BBB). Dengan ratio rata-rata 23%, maka ABEX masuk kedalam speculative grade.
2. Analisis serta komparasi antara divisi pipeline dan petrochemical dengan menggunakan tiga ukuran kualitatif yang relevan untuk credit quality ABEX untuk periode tahun 7 sampai dengan 9. Jika analisis kuantitatif berusaha mengevaluasi financial risk, maka analisis kualitatif akan lebih banyak meninjau corporate risk dan business risk. Financial risk berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan, terutama aspek capital (permodalan dan pembiayaan). Business risk mengacu kepada kondisi dunia usaha serta persaingan yang ada didalamnya.
Analisis terhadap risiko ini akan mengevaluasi nature of industry, prospects, life cycle, regulatory restrictions, serta competitive factors. Corporate risk mengacu kepada struktur dan aktivitas perusahaan. Analisis terhadap risiko ini akan mengevaluasi strategi perusahaan, struktur dan kebijakan manajemen, dukungan para stakeholders, market position dan efisiensi operasi. Dalam analisis kualitatif pada kasus ini digunakan 3 ukuran yang dapat mengevaluasi credit quality dari masing-masing divisi pipeline dan petrochemical, yaitu: kondisi dunia usaha, kompetisi serta manajemen perusahaan. a/ Kondisi dunia usaha Kondisi dunia usaha pada umumnya diperkirakan akan mengalami resesi pada satu dan dua tahun mendatang, sehingga pada umumnya akan berdampak negatif pada kedua divisi usaha dari ABEX.
Namun demikian risiko dari gas transmission diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan petrochemical. Hal ini diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi variability dari earnings. Pada gas transmission, penghasilan hanya akan dipengaruhi oleh produksi/konsumsi gas (dengan asumsi bahwa tarif tidak akan terlalui berfluktuasi karena adanya price constraints and regulations). Jika produksi/konsumsi dapat bertahan atau kembali meningkat (seperti yang diprediksikan), maka penghasilan perusahaan akan semakin membaik. Di lain pihak, pendapatan dari usaha petrochemical dipengaruhi oleh lebih banyak faktor, yaitu: harga jual dan biaya di masa datang, serta pangsa pasar dari produk ABEX. Dengan demikian, walaupun kondisi ekonomi membaik (sesuai dengan prediksi terhadap jumlah produksi nasional), hal itu belum tentu dapat menaikkan penghasilan ABEX.
b/ Kompetisi Pada usaha pipeline, jumlah pesaing relatif lebih sedikit. Munculnya pesaing baru juga relatif lebih sulit (entry barrier), karena usaha ini memerlukan investasi yang tinggi guna menyiapkan infra struktur jaringan pipa distribusi. Produk subsitusi-nyapun relatif lebih sukar didapat. Efisiensi distribusi melalui pipa jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan cara distribusi lain, misalnya dengan truk-truk tangki. Ketiga faktor tersebut ini membuat bargaining position antara ABEX dengan supplier dan konsumennya relatif stabil, sehingga akan lebih menjamin. Sebaliknya, persaingan di usaha petrochemical sangatlah tinggi. Banyak-nya pesaing yang baru juga menimbulkan masalah yang serius. Walaupun demand terhadap produk tidak menurun, namun meningkatnya kapasitas pabrik pada tiga tahun terakhir (dengan munculnya pesaing-pesaing baru) akan mengakibatkan overcapacity yang pada akhirnya akan menurunkan penghasilan dari masing-masing produsen.
Harga jual cenderung akan menurun, sementara biaya produksi relatif tetap atau bahkan meningkat. Walaupun produk substitusi dari polyethylene belum ada yang efektif, jumlah pesaing yang banyak akan menurunkan bargaining po-si-tion terhadap konsumen. Kondisi ini tidak akan menguntungkan bagi ABEX. c/ Manajemen Manajemen ABEX belum memiliki corporate level strategy yang kuat untuk mengembangkan perusahaannya. Padahal kedua divisi usahanya tersebut telah mencapai tahap akhir dari life cycle-nya ( yaitu maturing stage, atau bahkan declining stage).
Strategi yang dijalankan sekarang hanya pada business level, yaitu untuk memperkuat competitiveness melalui cost effiency saja. Padahal sudah saatnya dibutuhkan suatu corporate level strategy yang akan diperlukan untuk meningkatkan value of the firm secara keseluruhan. 3. Peubahan-perubahan yang terjadi pada credit quality ABEX untuk periode tahun 7 sampai dengan 9. Bila dilihat dari analisis kuantitatif dan kualitatif di atas sebenarnya credit quality dari ABEX tidak mengalami perubahan yang berarti selama tahun 7 sampai 9.
Dalam kurun tiga tahun terakhir itu credit quality-nya memi-liki trend yang sama yaitu memburuk. Perbaikan sedikit pada tahun 8 hanya bersifat semu, karena adanya earning management. Bila dibandingkan dengan standar yang umum digunakan oleh para analisi investasi, credit rating dari bonds (long-term debt) yang diterbitkan oleh ABEX seluruhnya berada dalam speculative grade. Dengan demikian seharusnya bonds tersebut memiliki return yang lebih besar daripada bonds yang berada dalam investment grade (rating BBB sampai AAA). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investasi pada obligasi ABEX hanya boleh dilakukan bila obligasi tersebut memberikan tingkat coupon yang lebih tinggi, atau dijual pada harga yang memberikan discount sangat besar dibawah nilai par (nominal)-nya. Marketing and Advertising.
Related: life cycle, financial risk, cash flow, coupon, operation
Research paper topics, free term papers, essays, sample research papers on Abex Chemicals, Inc
Example research papers produced by our company:
We write: custom term papers, custom essay writing, admission essays, persuasive and argumentative essays, critical essays, dissertations and theses
Research paper topics, free essays: york department, mercy killing, angeles county, dalai lama, elastic, etc.
Copyright © 2002-2013 PromptPapers.com. All rights reserved. Links
