Live chat

Research paper topics, free example research papers

You are welcome to search thousands of free research papers and essays. Search for your research paper topic now!

Research paper topic: Abex Chemicals, Inc - 1129 words

NOTE: The research paper or essay you see on this page is a free essay, available to anyone. You can use any paper as a sample on how to write research papers or as a source of information. We strongly discourage you to directly copy/paste any essay and turn it in for credit. If your school uses any plagiarism detecting software, you might be caught and accused of plagiarism. If you need a custom term paper, research paper or essay, written from scratch exclusively for you, please, use our paid research papers writing service!

Abex Chemicals, Inc. ABEX Chemicals, Inc. ABEX Chemicals, Inc. adalah salah saru produsen utama dari petrochemicals (terutama polyethylene). Selama 8 tahun terakhir ABEX menguasai kurang lebih 25% pangsa pasar petrochemical di Amerika Serikat. Namun demikian, persaingan dalam industri ini nampaknya akan semakin ketat, terutama dengan terjadinya ekspansi yang sangat agresif, dan kemungkinan akan terjadinya resesi pada satu sampai dua tahun mendatang.

Berdasarkan analisis statistik, harga petrochemical yang diproduksi oleh ABEX diperkirakan akan terus menurun pada 12 hingga 18 bulan kedepan. Hal ini akan meningkatkan credit risk perusahaan ini. Harga saham ABEX baru-baru ini juga mengalami penurunan dari $15 menjadi $9 per lembar. Kedua hal tersebut meningkatkan resiko dalam pemberian pinjaman pada Abex. Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya dilakukan penilaian ulang terhadap credit risk dari ABEX.

Analisis akan bertitik berat pada 3 aspek penting, yaitu external environment, company fundamentals, dan stock price behavior. Hasil pengamatan terhadap ke-tiga aspek dapat dilihat sebagai berikut: External environment Walaupun trend faktor-faktor ekonomi belum dapat diketahui dengan pasti, masalah utama yang dihadapi pada industri petrochemical ini bukanlah perubahan demand, melainkan overcapacity. Seperti terlihat pada Exhibit 1, produksi polyethylene secara nasional diperkirakan tetap samapi tahun 10. Namun karena kapasitas produksi terus meningkat, maka operating rate akan mengalami penurunan. Akibatnya tingkat persaingan akan terus meningkat, sementara harga produk menjadi semakin rendah.

Namun demikian, dalam jangka panjang tingkat konsumsi polyethylene akan naik 4% per tahun, dan harga akan meningkat 5% per tahun mulai tahun 12. Company fundamental Pendapatan operasional Abex didapat terutama dari 2 jenis bisnis, yaitu pipeline distribution of natural gas (gas transmission) dan petrochemical production. Pendapatan dari distribusi gas diperkirakan akan berkurang, berkaitan dengan adanya penurunan produksi gas dan faktor-faktor yang membatasi perkembangan harga jual. Namun hasil analisis dapat memprediksikan tetap adanya peningkatan kecil, baik pada volume maupun tarif jasa distribusi tersebut. Data statisik sehubungan dengan usaha distribusi gas ini dapat dilihat pada Exhibit 1. Pendapatan dari produk-produk petrochemical lebih sulit diramalkan, karena sangat sangat sensitif terhadap harga jual, biaya produksi, serta volume penjualan polyethylene. Faktor-faktor penting dalam estimasi pendapatan opersional dari bisnis ini adalah harga jual dan biaya produksi di masa datang, dan pangsa pasar dari ABEX. Pihak manajemen percaya bahwa struktur biaya produksi ABEX yang lebih rendah dapat membuat harga produksinya sangat kompetitif, sehingga memungkinkan tercapainya operating rate yang lebih tinggi dibanding para pesaingnya.

Data statisik sehubungan dengan bisnis produksi polyethylene ini dapat dilihat pada Exhibit 1. Stock price evaluation Berlainan dengan analisis umumnya yang menggunakan discounted cash flow, evaluasi harga saham ini dititikberatkan pada quality of cash flow, earning power, yield, book value dan earnings components. Laporan Keuangan perusahaan, serta rasio-rasio keuangan yang digunakan salam analisis dapat dilihat pada Tabel 1 3. Permasalahan Sehubungan dengan fixed income investment yang dilakukan pada obligasi (bonds/long-term debt) yang diterbitkan oleh ABEX, maka perlu dilakukan investigasi lebih lanjut pada kondisi perusahaan tersebut. Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada credit quality (risk) dari hutang jangka panjang ABEX dalam kurun 3 tahun terakhir (tahun 7 9). Analisis dilakukan pada ratio-ratio keuangan terpenting (key financial ratios), yang difokuskan pada 3 aspek yaitu asset protection, short-term liquidity, dan earning power.

Jawaban Pertanyaan 1. Identifikasi terhadap 5 ratio keuangan (dari seluruh ratio yang tercantum Tabel 3) yang relevan terhadap minimal 1 dari 3 aspek analisis diatas, serta interpretasi tingkat serta kecenderungannya dari tahun 7 sampai tahun 9. Ratio-ratio yang digunakan untuk menganalisis aspek asset protection adalah net tangible asset to long-term debt serta long-term debt to total capitalization. Untuk short-term liquidity ditinjau collection period, sementara untuk earning power dievaluasi berdasarkan pre-tax interest coverage dan operating cash flow to long-term debt. Sebenarnya inventory period juga dapat digunakan untuk mengevaluasi short-term liquidity, namun karena bisnis distribusi gas tidak memiliki inventory maka ratio ini tidak digunakan dalam analisis ini (terutama dalam memperbandingkan kedua bisnis yang diusahakan oleh ABEX). a/ Net Tangible Assets to Long-term Debt R atio Ratio ini menggambarkan sejauh mana aset perusahaan dapat meng-cover hutang jangka panjangnya.

Yang dilihat adalah perbandingan antara asset (yang tidak diragukan nilai serta realisasinya) terhadap jumlah long-term debt. Besarnya ratio dalam 3 tahun terakhir adalah: Tahun Ratio 7 52.0% 8 34.7% 9 46.2% Trend dari ratio ini ternyata menurun, walaupun terlihat adanya perbaikan pada tahun 9. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh 2 sebab yang dapat terjadi sendiri-sendiri, atau dua-duanya sekaligus: Pertama, penurunan net tangible asset, yaitu penurunan jumlah asset yang nilai serta realisasinya dapat dipastikan. Hal ini dapat terjadi misalnya akibat meningkatnya goodwill pada investasi di perusahaan lain (akuisisi). Pada tahun 8 dan 9 terjadi peningkatan goodwill yang cukup tajam, yaitu 214% dan 70%. Penurunan ini bisa juga terjadi akibat meningkatnya account receivables yang mungkin tidak dapat tertagih. Pada tahun 8 dan 9 terjadi kenaikan account receivables sebesar 110% dan 6%, sementara peningkatan sales pada tahun-tahun tersebut hanya 64% dan 3%.

Selain itu terjadi pula peningkatan inventory masing-masing sebesar 291% dan 7%, yang mungkin merupakan inventory yang obsolete, sehingga tidak memiliki nilai realisasi. Kedua, peningkatan long-term debt, yaitu penerbitan obligasi-obligasi baru. Pada tahun 8 dan 9 terjadi peningkatan hutang jangka panjang sebesar 58% dan 5% yang terutama digunakan untuk investasi fixed asset pada usaha petrochemical. Ratio dibawah 100% menunjukkan kurangnya jaminan terhadap obligasi yang diterbitkan, sehingga obligasi ini dapat dianggap mengandung risiko sangat tinggi. Menurut standar yang biasa digunakan, ratio ini berkisar antara 500% (rating AAA) sampai 250% (rating BBB). Ratio dibawah 250% akan menyebabkan obligasi perusahaan ini berada dibawah investment grade (akan termasuk junk bond).

b/ Long-term Debt to Total Capitalization Ratio ini digunakan untuk mengukur solvabilitas, dengan memperbanding-kan jumlah long-term debt terhadap total kapitalisasi (jumlah total current liability + long-term debt + equity). Besarnya ratio ini untuk tiga tahun terakhir adalah sbb: Tahun Ratio 7 64.0% 8 70.0% 9 62.6% Selama tiga tahun terakhir ini terlihat bahwa besarnya ratio ini relatif tetap, berkisar antara 60-70%. Kenaikan pada tahun 8 diakibatkan oleh peningkatan jumlah long-term debt, sementara penurunan pada tahun 9 disebabkan oleh bertambahnya kapitalisasi, yaitu akibat mening-kat-nya total equity karena penerbitan saham baru serta perolehan agio-nya. Tingginya ratio ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan operasinya perusahaan banyak menggunakan pendanaan jangka panjang. Namun bila dilihat dari current ratio yang lebih besar dari satu maka dapat disimpulkan bahwa dana ini digunakan untuk membiayai fixed asset.

Menurut standar yang biasa digunakan oleh para analis, besarnya ratio ini sebaiknya berkisar antara 25% (rating AAA) sampai dengan 40% (rating BBB). Dengan demikian ratio ABEX yang berada diatas 60% menunjukkan bahwa obligasi yang diterbitkannya memiliki credit risk yang cukup tinggi, sehingga ratingnya berada dibawah investment grade (masuk kedalam speculating grade). c/ Collection Period Collection period menunjukkan kecepatan perusahaan memperoleh kas dari hasil penjualan produk atau jasanya. Semakin cepat collection period perusahaan, maka akan semakin besar pula fleksibiltas keuangannya. Collection period ini dapat juga digunalan untuk mengevaluasi credit term yang diberikan kepada konsumen.

Kondisi collection period di ABEX selama tiga tahun terakhir adalah sbb: Tahun Collection Period 7 68 days 8 87 days 9 90 days Dari data diatas dapat terlihat bahwa collection period ABEX semakin lama semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak piutang usahanya yang tidak dapat tertagih. Peningkatan account receivables lebih besar daripada kenaikan penjualannya. Perubahan revenue yang untuk tiga tahun terakhir itu naik sebesar 11%, 64%, dan 3%, sementara account receivables naik 38%, 110%, dan 6%. Kecenderungan memburuk ini dikaitkan kenaikan sales sebagai akibat dari policy penjualan yang agresif dapat membuat ratio ini meningkat karena credi ...

Related: short term, stock price, book value, sales, trend

Research paper topics, free term papers, essays, sample research papers on Abex Chemicals, Inc