Live chat

Research paper topics, free example research papers

You are welcome to search thousands of free research papers and essays. Search for your research paper topic now!

Research paper example essay prompt: Bab 5 - 2438 words

NOTE: The samle research paper or essay prompt you see on this page is a free essay, available to anyone. You can use any paper as a sample on how to write research paper, essay prompts or as a source of information. We strongly discourage you to directly copy/paste any essay and turn it in for credit. If your school uses any plagiarism detecting software, you might be caught and accused of plagiarism. If you need a custom essay or research paper, written from scratch exclusively for you, please use our paid research paper writing service!

BAB 5 IMPLIKASI STRATEGIS DARI TEKNOLOGI BARU PENDAHULUAN Sampai saat ini, hanya beberapa perusahaan mulai menyadari kebutuhan akan strategi dan teknologi aliansi, dan masih banyak yang belum mengerti dan menyadari pentingnya strategi ini. Namun perusahaan yang menyadari akan kebutuhan ini, belum sepenuhnya menghargai semua isu yang terlibat. Hal ini disebabkan karena konsep dari teknologi ini masih relatif baru dan belum dikembangkan. Bab ini akan membahas mengenai peran dari manufacturing sebagai fungsi dan teknologi sebagai sumber daya dalam strategi perencanaan proses, keuntungan strategi potensial dari teknologi baru, dan komponen-komponen utama dari strategi teknologi. PERENCANAAN STRATEGIS Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Strategis? Pada umumnya, strategi sesuai dengan tujuan dari perusahaan, focus dari produk/pasar, dan daya saing perusahaan. Perencanaan strategis adalah sebuah proses yang berlangsung dimana perusahaan mengembangkan sebuah strategi yang konsisten dengan lingkungannya ( contohnya, industri dan lingkungan kompetitif), sumber daya, nilai managerial, dan organisasi.

Hax and Majluf (1984), dan Hamermesh(1987) mengidentifikasikan empat level strategi : 1. Strategi Institusional Strategi institusional mengarah ke pengembangan dari karakter dasar dan tujuan dari organisasi. Strategi ini dapat disebut juga dengan misi perusahaan. Strategi ini meliputi visi kedepan untuk menjawab pertanyaan seperti : Siapa kita? Kemana arah perusahaan? 2. Strategi Kerjasama Strategi kerjasama ini mengarah pada praktek dari kerjasama. Strategi ini meliputi penentuan bisnis dalam perusahaan yang harus dilepas, bisnis mana yang dapat diperoleh untuk memperkuat organisasi, dan bagaimana bisnis individual akan berinteraksi dalam pembagian sumber daya, focus pasar.

3. Strategi Unit Bisnis Strategi ini mengacu pada pengembangan perencanaan yang jelas dan detail dari tujuan dan objektif unit bisnis individual(pertumbuhan, pangsa pasar, pengenalan produk baru), dan cara apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut (biaya yang rendah, segmen pasar). Strategi ini dikembangkan dengan melihat kemampuan organisasi, dan budaya organisasi dan lingkungan (industri, politik, teknologi) perusahaan. 4. Strategi Fungsional Strategi fungsional (manufaktur dan pemasaran) diformulasikan untuk menjamin bahwa stragi bisnis diimplementasikan dengan suksesa dalam organisasi. Pembahasan pada bab ini akan focus pada unit bisnis dan strategi fungsional dari organisasi, dan hubungan antara keduanya. Perencanaan Strategis dan Pertimbangan Manufaktur Fungsi utama manufacturing dari organisasi adalah konsentrasi dengan aktivitas internal (proses produksi), dan aktivitas lainnya seperti pemasaran termasuk dalam operasional external (kontak dengan kustomer). Selanjutnya, kemampuan manufacturing (internal) dari organisasi tergantung bagaimana efektivitas fungsi pemasaran(external) dapat memuaskan konsumen.

Peran manufacturing dalam proses perencanaan strategi harus mencakup dua tahap umum, yaitu : (1) menetapkan kemampuan manufacturing dan batasannya, dan (2) merumuskan dan mengimplementasikan strategi manufacturing. Manufakturing harus mengadopsi peran strategis (untuk meningkatkan keuntungan kompetitif perusahaan)dan peran pendukung (untuk melayani pasar dan untuk menghasilkan produk yang sesuai) selama setiapa tahap tersebut. Hal ini untuk menjamin bahwa perusahaan tidak kehilangan kesempatan strategis yang bermanfaat dalam manufacturing, dan untuk menjamin bahwa fungsi manufacturing adalah mendukung strategi bisnis perusahaan. Tabel 5.1 ditunjukkan perbandingan antara dua peran dari manufacturing dalam strategi proses formulasi. Tabel 5.1 Peran Manufaktur dalam Proses Perencanaan Strategi Menetapkan Kemampuan Manufakturing dan Batasannya Kemampuan dan batasan dari fasilitas manufacturing perusahaan harus dapat disadari selama strategi proses formulasi. Kemampuan atau kebijakan utama manufacturing merupakan kunci perusahaan untuk bersaing secara lebih efektif. Contoh berikut ini menggambarakan bagaimana keputusan manufacturing yang layak dapat meningkatkan keuntungan kompetitif perusahaan : Dalam lingkaran industri elektronik, perusahaan manufaktur memiliki pesanan dari supplier mereka dalam batas waktu yang pendek.

Hawlett-Packard mencoba cara lain. Yaitu dengan membuat komitmen kepada perusahaan untuk mengorder enam bulan mendatang. Perubahan ini memungkinkan supplier silkon dari Hawlet Packard untuk meningkatkan skala ekonomis dan memperbaiki kualitasnya. Dan Hawlet Packard dapat mempercayakan kualitas komponen dan system antar, sehingga Hawlett Packard dapat memberikan pelayanan yang baik bagi kustomer. Manufakturing harus memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dari strategi bisnis yang utama.

Keputusan manufakturing meliputi komponen perdagangan (biaya, kualitas, fleksibilitas ) yang membatasi kemampuannya. Contohnya, keputusan untuk mengalokasikan fasilitas perusahaan manufacturing dekat dengan sumber bahan baku bertentangan dengan keputusan alokasi perusahaan dekat dengan konsumen pasar yang mungkin dapat menyulitkan untuk melaksanakan strategi berdasarkan just-in time deliveri. Konflik kadang terjadi antara manufacturing dengan bidang fungsional lainnya seperti pemasaran yang memiliki tujuan yang berbeda. Konflik ini terjadi karena tidak adanya pengertian antara keseluruhan komponen perdagangan dalam keputusan manufacturing. Tabel 5.2 menunjukkan wilayah konflik antara manufacturing dan pemasaran.

Penyatuan keputusan manufacturing kedalam proses perencanan strategis dapat mengurangi konflik ini. FORMULASI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI MANUFAKTURING Formulasi dari jawaban strategi manufacturing menjadi topik penelitian selama dua tahun belakangan ini. Penelitian Hayes dan Wheelwright kedalam manajemen strategis dari fungsi manufacturing menghasilkan matriks produk-proses. Matriks ini diperuntukkan bagi manajer untuk menentukan posisioning strategis unit bisnis mereka, dan focus pada satu bagian dari matriks yang menentukan kombinasi proses-produk yang spesifik. Selanjutnya peyediaan proses dan teknologi dapat dilaksanakan.

Tabel 5.2 Area Potensial pada Konflik Manufaktur - Pemasaran Tabel 5.3 Matriks Siklus Hidup Produk-Proses The Hayes and Wheelwright Semua system manufacturing harus menghasilkan produk yang spesifik. Strategi manufacturing yang sukses, harus dapat menjamin pelaksanaan manufacturing harus sesuai dengan tujuan dan objektiv dari perusahaan. Dengan kata lain, keputusan seperti pemilihan peralatan dan teknologi harus diambil secara strategis. Dibawah ini adalah daftar keputusan yang harus diambil secara strategis. Keputusan ini diarahkan pada operasionalisasi strategi manufacturing perusahaan : 1.

Jumlah, ukuran, kapasitas dan lokasi pabrik 2. Pemilihan peralatan dan proses teknologi 3. Derajat integrasi vertical 4. Jumlah dan hubungan dengan vendor 5. Pilihan untuk membuat atau membeli komponen 6. Produk baru yang akan diperkenalkan dan dikembangkan 7.

Seleksi dan pelatihan sumber daya manusia 8. Sistem pengendalian kualitas yang akan digunakan 9. Sistem penjadwalan produksi yang akan digunakan 10. Jumlah inventori Pada bahasan selanjutnya kita akan melihat perpektif yang berbeda yang konsern pada peran manufaktruing dalam proses formulasi strategi. Menggunakan Kebijakan Konvensional Sekarang ini, terdapat dua tingkat dasar dari pemikiran formulasi strategi bisnis. Yang disebut dengan lingkaran convergent dan divergent. Lingkaran Convergent.

Pendekatan ini berdasarkan pada ide convensional dimana strategi diatur oleh sturktur organisasi (Chandler(19620. Metoda ini penuh dengan latihan, mengantarkan kepada yang disebut dengan Skinner (1969) manajemen strategis atas-bawah dari fungsi manufacturing. Hayes(1985) menyebut hal ini dengan model "ends-ways-means". Yang ditekankan pada kasus ini adalah pertama, perusahaan harus menemukan keuntungan kompetitif, dan kemudian menentukan kapabilitas manufacturing(dan kebutuhan lainnya). Proses ini focus pada strategi produk/pasar. Lingkaran Divergent.

Pendekatan ini berdasarkan pada premise baru-baru ini dimana strategi mengikuti struktur (Hall and Saias(1980)). Bagian ini mengungkapkan bahwa kesadaran dari dinamika dan karakteristik organisasi (fleksibilatas dari manufacturing) akan menghasilkan pengembangan dan eksekusi dari beberapa jawaban strategi bisnis. Bidang kerja ini lebih berdasarkan pada fokus proses/manufacturing daripada fokus produk/pasar. The Myiopa dari Pendekatan Konvensional Untuk lebih jelasnya, pada saat pendekatan ini menjadi formulasi jawaban strategi bisnis yang dikonsilidasikan dengan keuntungan strategis teknologi baru, kedua pendekatan ini tidak ada yang memuaskan. Dari pendekatan convergent dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan pasar/produk dimana manufacturing dapat membuka kesempatan perusahaan secara potensial.

Selanjutnya, penggabungan teknologi tidak dapat dibenarkan bila pendekatan convergent (produk)dipaksakan, karena banyak keuntungan potensial dari teknologi baru tidak dikenal atau tidak diakui. Pada saat yang bersamaan , pendekatan divergent (proses) mengarahkan perusahaan ke area dimana tidak ada pengetahuan (struktur industri, ancaman kompetitif, dan regulasi pemerintah). Hal ini juga dapat mengexpose perusahaan untuk menambah resiko lingkungan dimana tidak dipersiapkan. Pendekatan Kesetimbangan Daripada hanya berbasiskan pada fokus produk/pasar atau proses, dalam pendekatan kesetimbangan ini meliputi keduanya. Ini tidak mengikat akuisisi teknologi pada kompetisi perusahaan, tapi juga memperbolehkan eksplorasi kemampuan teknologi baru dalam meningkatkan keuntungan kompetitif perusahaan.

Pertimbangkan contoh di bawah ini : Echlin Canada merupakan sebuah produsen besar slack adjuster, perangkat system rem. Selama kurang lebih 20 tahun, perakitan produk ini dilakukan dengan sangat konvensional, dengan cara yang manual. Pada tahun 1984, Echlin memutuskan untuk melengkapi salah satu dari jalur produksinya dengan menggunakan robot. Hal tersebut membuat Echlin memotong harganya dan menjadi salah satu produsen slack adjuster terbesar di dunia. Terlebih lagi, perusahaan mendapatkan keuntungan dengan memperoleh tenologi baru untuk memperluas perintah initial produk pada komponen yang lain, dengan demikian memperkuat posisi terhadap pesaing. Pendekatan yang seimbang terdiri dari proses iterasi yang terdiri dari lima fase : Fase I : Fase Pengukuran.

Fase ini merupakan fase untuk memutuskan keuntungan kompetitif perusahaan yang kemudian ditentukan, diantara beberapa hal, dan strategi manufakturnya. Fase II : Fase Implementasi. Menentukan manakah komponen legal atau komponen pendukung pada strategi bisnis yang ditempatkan. (Misalnya, teknologi manufaktur yang layak telah dicapai). Fase III : Fase Awarness. Mengenali dan meneliti kemampuan seutuhnuya dari sumber daya yang ada, Misalnya, potensi untuk memproduksi produk lain dengan menggunakan teknologi yang fleksibel.

Fase IV : Fase Integrasi. Mencari peluang baru untuk menerapkan potensi yang dikenali dan mengintegrasikannya dengan strategi bisnis yang ada. Fase V : Fase Peralihan. Mereview dan menentukan kembali keuntungan kompetitif yang ada untuk melakukan perhitungan untuk masa kini dan potensi masa yang akan datang dari sumber daya yang ada. Fase ini menentukan arah yang tercepat dari perusahaan berdasarkan kemampuan keseluruhan dari sumber daya yang ada.

Tabel 5.4 menunjukkan tiga pendekatan dalam memformulasikan sebuah strategi manufaktur. POTENSIAL STRATEGI DARI TEKNOLOGI BARU Skala Ekonomi vs Ruang Lingkup Ekonomi Pada umumnya beberapa perusahaan menjalankan strategi skala ekonomi yang mempertahankan bahwa jumlah yang besar dari beberapa produk harus diproduksi dengan peralatan khusus (namun tidak fleksibel) untuk meminimasi biaya rata-rata operasi dan mengurangi waktu throughput. Alasan utama dalam menggunakan pendekatan tersebut adalah : Mendapatkan keuntungan dalam dampak kurva belajar. Meminimasi waktu perpindahan Memelihara fokus manufaktur Ketidakfleksibelan dalam teknologi yang ditunjukkan dalam skala ekonomi dapat berbeda jauh dengan konsep ruang lingkup ekonomi. Ruang lingkup ekonomi dapat menyadari dimanakah biaya yang lebih kecil atau sebanding untuk memproduksi dua atau lebih produk dalam suatu rangkaian kombinasi daripada secara terpisah (Goldhar and Jelinek [1983]). Keuntungan yang timbul dalam ruang lingkup ekonomi berasal dari membagi biaya tetap dari mesin terhadap berbagai produk.

Perusahaan menjalankan strategi ini berdasarkan penggunaan peralatan umum untuk mencapai fleksibilitas yang sesuai untuk memproduksi jumlah yang kecil dari produk tersebut. Tabel 5.4 Kemajuan Pendekatan yang seimbang dalam memformulasikan sebuah Strategi Manufaktur : Pendekatan Konvergen Pendekatan Divergen Interface Pendekatan Seimbang Penyatuan Ekonomi Berbagai spesialisasi yang telah disatukan dalam hardware mesin dapat dicapai melalui kemampuan software. Hal ini dapat membuat mesin fleksibel untuk bekerja dan memiliki performansi yang efisien seperti mesin khusus dengan instruksi yang diubah, menjamin bahwa proses tidak akan terhenti oleh waktu setup yang panjang. Teknologi baru memberikan jalan bagi ruang lingkup dan skala ekonomi yang simultan. Hal ini sering disebut Penyatuan Ekonomi.

Penyatuan Ekonomi menahan karakteristik skala dan ruang lingkup yang memiliki fleksibilitas yang tertinggi. Sebagai contoh, penyatuan ekonomi menghasilkan derajad produktivitas yang tinggi, proses, dan fleksibilitas infrastruktur dan kemampuan untuk memproduksi produk (karateristik ruang lingkup ekonomi), sebaik kemampuan untuk memproduksi jumlah yang besar dengan biaya produksi yang rendah (karakteristik skala ekonomi). Secara konseptual, kita mengharapkan agar penyatuan ekonomi akan mendukung perusahaan untuk memelihara pabrik dengan skala menengah. Pengertian dari penyatuan ekonomi mengarah pada pemfokusan produk dan bukan pabrik yang berfokus pada organisasi (menurut Skinner [1974]). Pada Perusahaan GM yang telah menyelesaikan AUTOPLEX di Oshawa, Ontario, prinsip jalur perakitan konvensional telah digantikan oleh sebuah system yang baru yaitu tracking signal (Pencari Sinyal), dimana mobil yang dibuat dirakit dengan berbagai macam pilihan (warna, dan accessories lain) tanpa penghentian dalam aliran produksi. Dalam hal ini, penyatuan ekonomi menunjukkan derajat fleksibilitas yang tertinggi karena teknologi dapat membuat pertukaran proses produksi tanpa biaya tertentu, serta memperbolehkan variasi dalam output pada biaya unit yang rendah.

Penyatuan Ekonomi dapat dibuat dengan aplikasi teknologi seperti komputer yang menyatukan manufaktur. Pada prakteknya, CIM menghapus factor yang mempertahankan perbedaan skala dan ruang lingkup ekonomi dengan : 1. Memperbolehkan spesialisasi yang telah berada pada hardware produksi untuk dibangun dalam software komputer. Hal ini menurunkan ketidakfleksibilitas dari proses produksi tertentu karena mesin dengan tujuan umum dengan software khusus dapat digunakan dalam hardware tertentu. 2.

Menghapus pengaruh kurva belajar (atau buruh langsung) melalui software yang dapat menunjukkan operasi yang dikehendaki setiap waktunya. 3. Menghapus kekacauan yang dikarenakan ketidakfokusan melalui perintah komputer yang terdiri dari penjadualan, permesinan, aliran material, dan peralatan. 4. Memperbolehkan perubahan setup yang dapat dicapai dengan kesalahan waktu yang tidak signifikan hal ini sesuai dengan no.2, yang secara efektif menurunkan Economic Batch Quantity (EBQ) ke satu. Dengan kata lain, penyatuan ekonomi dikonotasikan sebagai kemajuan yang lebih fleksibel dan system operasional yang dinamis. Tabel 5.5 menunjukkan perbedaan karakteristik dari penyatuan ekonomi dengan skala dan ruang lingkup.

Penyatuan ekonomi menawarkan peluang untuk strategi manufaktur yang baru dan yang membuatnya lebih penting lagi. Adopsi ini meningkatkan utilisasi mesin dan fleksibilitas penjadualan serta penurunan buruh langsung dan tak langsung, lead time manufaktur, dan persediaan dalam proses. Hal tersebut memiliki pengaruh dasar pada matriks siklus produk waktu proses di Hayes dan Wheelwrights [1984] (ditunjukkan pada Tabel 5.3), yang mengasumsikan long life cycle dari produk. Tabel 5.6 menunjukkan matriks proses-produk yang diperbaiki, yang menunjukkan strategi positioning dari penyatuan ekonomi dalam perbandingannya dengan skala ekonomi dan ruang lingkup ekonomi. Keberadaan mesin multi purpose memperbolehkan kapasitas yang melebihi dari jalannya produksi tiap produk dan diperbolehkan untuk dipakai dalam jalannya produksi produk lain. Merupakan jalan yang efektif untuk mengarahkan masalah kapasitas dan permintaan yang berfluktuatif untuk produk yang berbeda. Tidak perlu lagi untuk memfokuskan diri pada strategi manufaktur pada satu atau dua daerah yang bersaing.

Berusaha untuk lebih kompetitif pada keempat komponen dagang konvensional, yaitu : Biaya, Ketergantungan, Fleksibilitas, dan Kualitas, bukan merupakan ketidakkonsistenan dengan konsep penyatuan ekonomi . Dengan menghilangkan hal tersebut, imaginasi, dan pandangan ke depan menjadi factor pembatas yang baru. Tabel 5.5 Karakteristik Dasar dari Skala, Ruang lingkup, dan Penyatuan Ekonomi. Karakteristik Skala (Volume) Ruang Lingkup (Variety) Penyatuan (Variety & Volume) Proses Aliran Kontinu Penggolongan aliran Aliran kontinu Permesinan dengan tujuan tertentu Permesinan dengan tujuan umum Software komputer khusus diintegrasikan dengan mesin dengan tujuan yang banyak Produk Komoditi standart Multi produk Komoditi biasa Fasilitas Sentralisasi Desentralisasi Desentralisasi moderat Ukuran besar Ukuran kecil Ukuran medium Level Automation Rendah (sulit untuk diprogram) Tinggi Tertinggi (automation yang fleksibel) Total Fleksibilitas Penambahan Rendah Tinggi Tertinggi Biaya unit relatif :- Fixed- Variabel RendahTinggi TinggiRendah TertinggiTerendah Kurva Pengalaman Tidak terlalu flat Flat Flatter dan terendah Organisasi Fokus pada proses Fokus pada produk Fokus pada produk Karakteristik Manajerial Secara teknik Entrepreneurial Entrepreneurial teknik Pemasaran Biaya rendah, ketergantungan Fleksibilitas, inovasi produk Biaya rendah, produk ketergantungan, inovasi, dan fleksibilitas Tabel 5.6 Matriks Proses-Produk yang diperbaiki Customized Standart Aliran yang kacau Aliran Batch Mass Kontinu Tinggi Rendah Derajad dari : Fleksibilitas Produksi Fleksibilitas Proses Fleksibilitas Infrastruktur Sumber : Noori [1988] Penyatuan Teknologi Strategi Keputusan manufaktur dapat digunakan pada pembatasan, kekuatan, atau menentukan strategi sebuah perusahaan. Pengaruh yang sama juga terdapat pada keputusan pemilihan teknologi. Teknologi baru, dengan fleksibilitas dan potensial yang didapat dari sebelumnya, telah menunjukkan pentingnya strategi teknologi. Merupakan suatu kebutuhan bagi perusahaan untuk melihat teknologi sebagai pusat dari pemikiran bisnis mereka.

Hal ini mempengaruhi strategi selanjutnya serta perencanaan strategi keseluruhan. Berbagai karakteristik yang berbeda dari teknologi baru mengilhami pemikiran ini. Pertama, teknologi membantu menentukan jarak dari peluang strategi yang ada ke perusahaan. Kedua, teknologi merupakan salah satu hal yang penting sehingga bisnis dapat diimplementasikan. Yang terakhir, teknologi dapat menaikkan struktur dari industri secara keseluruhan. Konsep strategi teknologi : 1.

Strategi teknologi harus dibangun secara kolektif dengan manufaktur, pemasaran, dan strategi fungsional lainnya, karena keputusan teknologi memiliki dampak yang besar pada setiap area dan departemen yang berbeda. 2. Strategi teknologi harus dibentuk dalam kesatuan dengan strategi bisnis perusahaan karena pilihan yang tepat dari teknologi menghasilkan kompetensi. 3. Strategi teknologi harus mendukung setiap perbaikan di masa yang akan datang dari strategi bisnis perusahaan dan keuntungan kompetitifnya. KOMPONEN PRIMER DALAM MEMFORMULASIKAN ...

Related: life cycle, lain, robot

Research paper topics, free essay prompts, sample research papers on Bab 5